Monday, January 2, 2012

Di Sebuah Warung Kopi

Meja 1 :

"Kau tahu jika aku jadi presiden nanti"
"Aku pilih tidak tahu saja kawan"
"Tapi benar!"
"Menjadi RT saja kau sudah korupsi"
"Tapi tidak"
"Apapun lah yang terjadi"

Meja 2 :

"Sayang, maukah kau mencintaiku?"
"Biarkan aku berpikir!"
"Aku mencintaimu lho"
"Tapi aku belum berpikir!"

Meja 3 :

"Pelayannya mana ini?"
"Mau pesan kopi kah?"
"Aku mau pesan hidup!"
"Pasti obat-obat itu"
"Bukan itu hidup yang di beri kemasan instant"

Meja 2 :

"Kau tahu aku tak bisa hidup tanpamu"
"Tidakkah kau lihat aku sedang berpikir"
"Tapi aku butuh jawaban"
"Sebentar seperti aku akan punya jawaban"

Meja 1 :

"Aku akan mengumpulkan orang seperti kita"
"Untuk apa?"
"Akan ku angkat jadi wakil dan menteriku!"
"Biar apa?"
"Solidaritas teman!"
"Untuk dikorbankan kepada KPK maksudmu?"

Meja 3 :

"Seperti mie saja, hidup pun sekarang instant"
"Hei aku ini konsumen yang berhak menentukan hidup!"
"Lalu aku akan jadi pengamat politik"
"Apa yang akan kau catat?"
"Mungkin resep kopi dan obrolan para tukang becak"

Meja 1 :

"Kau tahu teori manusia?"
"Maksudmu?"
"Semua yang punya kuasa termasuk uang adalah benar!"
"Kau punya uang?"
"Tidak!"

Meja 2 :

"Kita sudah berapa tahun tinggal 1 kamar"
"Tapi aku belum menjawab"
"Aku mencintaimu!"
"Sebentar!"
"Apalagi yang kau tunggu!"
"Ini dia jawabannya!"
"Apa?"

Meja 3 :

"Memang yang berhak hidup siapa?"
"Jangan menjadi gila! kita semua punya hidup!"
"Tapi kau makan obat haram!"
"Itu kopi yang ku pesan"
"Tapi biar apa?"

Meja 2 :

"AKU LAKI-LAKI! DAN KAU LAKI-LAKI!!!"

Meja 3 :

"BIAR AKU SADAR BAHWA KOPI ITU PAHIT!!"

Meja 1 :

"LALU KENAPA KAU INGIN JADI PRESIDEN?!!"

Pelayan datang dengan berpakaian warna putih dan membawa beberapa tabung obat

"AYO KALIAN SEMUA, SUDAH SAATNYA KALIAN MINUM OBAT TERUS TIDUR!!!"

No comments:

Post a Comment