Wednesday, October 5, 2011

When you're gone

When the light are didn't bright are you gonna search for the dimmer to to make it more bright or you just fall out your eyes then get sleep? In other word when someone start to go away from your life, what will you do or you just run up your life without turning until you find someone new to replace?

When your future was planned so perfectly then it should change because of something that you're never predict, what will you do? are you gonna re-arrange all that has been planned include your goals of you just need some other ball and hire a hunter to clear up your way and kick your ball into your goal?!

When you're faced in a heartache and you're against of it, what will you fight? are you gonna fight for nothing or you just stand up and feeling guilty because you have not doing nothing and regretful was stand beside you.

When the sky hasn't rain for a long time, will you blame the cloud? or you just searching another oasis that can gave you foolish thing.

and it has many many many and many question because "human thing". Never enough with one question.  

Stupidity or what you need is become a weird human which trying to understand the "normal" thing which everyone believed this world is doesn't need a man who decide to be present at outside the ordinary. The simple thing is you're always want something perfect on you so the girl surround you will make a judgement that you're normal person. FALSE!

One of my friend said "weirdo can be understand by another weirdo". TRUE! but when someone get normal and trying to understand weirdo and it can be called FIGHTER and when weirdo tried to understand the normal person then it called ADJUSTABLE! 

What the hell this all about?!

Tuesday, October 4, 2011

Diam Dalam Gerak

Diam dalam gerak

It flows

Kali Cikaso - Ujung genteng

Orang Aneh yang menulis ini tidak pernah merasa aneh maka jangan dibilang aneh


Berpikirlah seperti cahaya seperti saat mendung tak terkuras oleh hujan, dia melawan namun bukan pada gravitasi yang membuat jatuh tersungkur pada masa setelah masa lalu. Bila sebuah bias cahaya yang sejenak pudar adalah untaian kata caci maka turunlah kemudian hari setelah hari besok. Hujan masih kutunggu ditengah halte bis yang sudah koyak oleh guntingan kertas yang sudah terbentuk pesawat dan merpati.

Jika saat tak kembali, jatuhkan aku untuk bagun dan kembali menyelam di dasar palung yang tak berujung, biar hidup aku untu merangkak naik dan menggenggam simpul jerami yang kau rapalkan seperti saat aku terbaring tertawa di rumah mental yang bukan rumah sakit jiwa ataupun panti jompo yang terbangun karena usia dan renta karena takut merasakan muda.

Pada posisi yang sempurna, tak kau lihat gerak tubuhku duduk diberanda tepian bangku usang sehingga hanya segaris saja pantatku menyentuh tepian bangku itu, namun jelas kesempurnaan yang hakiki seorang manusia, diam saat tak beranjak dan bergerak saat beranjak menjadi gerak atau beberapa hari kemudian akan ku buat nada tanpa orang harus mengerti yang ada cuma semua orang yang akan mengklaim dan mengadiliku sebagai orang teraneh di bumi ku ya setidaknya hanya dirumahku (sunda bumi : rumah).


Letak cahaya dibawah tak menyentuh tanah, itukah kau? hujan diam dingin kebasahan lalu masuk angin kemudian tenggelam dan saat sadar kau berenang dipadang pasir?. Haseum (sunda, haseum : asam), bau ketiak ku ini ternyata bau saat aku sendiri tak menciumnya, hanya saja beberapa orang di hadapanku bilang hujan asam, lalu aku pikir sial dibadanku, aku bahkan tak pernah makan bawang putih!.

Pernah kah kau menulis cinta saat duduk dipelaminan? seorang penghulu bertanya bodoh padaku kemudian aku bertanya padanya, apakah pelaminan adalah tempat orang bercinta? dan kemudian kepalaku di pukul oleh palu. Sial, kataku... aku hanya laki-laki dimana wajahku hitam legam namun menarik, menarik lalat-lalat yang terbang disekelilingku hingga tersadar aku bau! aku adalah abdi bagi diriku sendiri tanpa harus menunjuk siapa aku sebenarnya, bukankah seharusnya seperti itu. (sunda, abdi : aku).

Ibu, aku bisa menulis lho!!??

Dia bilang pak yu!, entahlah aku sudah cukup kurang gizi hari ini, biarkan aku menjulurkan lidahku ya pak satpam!.
Aku ingin meminum air asam dari hujan dibawah ketiak sang malam, sekali ini saja biarkan aku tidak tampak ragu atau bahkan kusut seperti kaset usang yang sudah ditidak diproduksi lagi di toko beras babah Liong!. Biar kan aku tetap memakai sendal jepit dibawah kakiku tanpa terlupa bahwa sandal ya sandal maka aku tidak memakainya di kepalaku, kalau yang dipakai dikepalaku itu sepatu! betul??!..
Aku berdiri tegap malam ini, tapi kalau lapar aku boleh kan beli nasi goreng di gerobak bang miun, terus kalau ngantuk aku tidur di pos ronda. besok aku berdiri lagi kok.. Sueer! 

Aku ingin mewarnai, boleh ga? tapi aku butuh tinta emas untuk mewarnai sehingga bisa kujual di Tanah Abang menggerus nya kemudian aku buat asbak untu abu rokokku yang terbakar tanpa pernah terhisap (sunda, Tanah Abang : Tanah merah).

Aku ingin ada dua diriku yang tanpa pernah mengira dia adalah aku, aku pasti ikat dan jadikan bintang peliharaanku! maaf, bintang ya bukan binatang sebab dia terlalu berharga untuk aku sebagai belahan jiwa aku yang memang terbelah saat aku masih berharap. bukan saja manusia namun dia juga bintang, punya lima sisi dan runcing di setiap ujungnya. 

Hujan..hujan..hujan..hujan..

Itulah aku yang menari dibawah hujan berteman filosofi dan air seni langit. Aku sarankan hari ini adalah hujan biar pake deterjen dan kemudian putih kembali lalu aku akan terlihat menawan dibawah pohon alpukat didepan rumah kamu yang kemudian aku sendiri bingung kenapa alpukat hanya berbuah sejenis kacang hijau! aku melantur dan semakin gila tanpa sebab, sial kenapa aku sendiri merasa paling normal disini, sementara pantatku saja tak menyentuh meja, maklum kata ibuku kalau orang pintar itu duduk dimeja, kalau orang belajar duduk dikursi. Ibuku pintar yah?

Mungkin kopi saja tak kan cukup, mataku menangkap bidadari kemudian lalu diam dan melukisnya. Kau tahu apa isi lukisannya? bukan bidadari yang kau tahu namun sebongkah batu unuk aku celupkan ke laut dan kemudian aku datang mencarinya namun tak pernah ketemu karena aku lupa warna batunya sehingga waktuku habis untuk memikirkan warna batunya. lalu hasilnya? aku lupa melukis batunya!.

Satu cangkir harapan saja ya?

Di atas lemari aku ternyata berdebu, sementara kopiku kurang banyak dan aku harus menyeduhkannya untuk teman-temanku, mungkin aku diam saja ya, berpuasa kopi walau aku harus tak mengerti menjadi hidup, aku jadi seniman saja yang meminum teh pahit dan mengunyah bubuk kopi karena aku harus ngantuk tanpa tertidur dikamar tidurku. Biarkan saja aku menjadi aneh dan mencintai orang aneh seperti kata kawanku bahwa orang aneh ya tetap saja orang aneh dan jangan berlagak normal. Padahal aku tidak normal sama sekali lho, lihat! kakiku saja dua!

Tambah teh ya!

Monday, October 3, 2011

Respond (Visi - on) bility

What you need to become a man in the real life? Mature on age? Smart enough to made final decision or You just walking along the time and realize that this environment who made you?!.

Path of life in every man are different certainly as the line that has been stretch from the birth line to the dead line. there are fate and destiny which following us, many process that we should pass it through since our first cry and breathe the air.
A baby was born,  new creature lived and starting his own journey to the future, cried, eat, first time spelled words, first step of walked, smile then mad also hate. Love and tender of our parent and every body love us that time, no thought of life or what is going to happen with the future or even what should we eat the next days. We just didn't care about the thing  as we known as true life in the adult world. 

The connection more wide when we grown up, we're entering the second phrase of life, being a child where the world was a place for us to play and made thing in our life become colorful as we want, This connection and fellowship of human being already started when we knew what is friend and what is enemy in our games we played. Some kids are passed this phrase become of family matter or economic matter so they never had time to play. 

Being normal kids was good! (The first sentences)

Every kids was singing and went to the elementary school together, rode a bicycle and laugh after time. All we need is just be a good boy where we never asked and always made our parent happy so there always a smooth ways in front of us. while some kids didn't, he never had a friend because every friend he met always make a fun on him, He doesn't have parents who stayed with him where he can proud of in front of his friend. 
All childhood was taken inside of the sorrow where the song was about normal life in dream and unknown tender, psychologically this kid was broke a part.

The third Phrase of being man is teenager, where we found first love and started to feel heartache. We started to know how it feel to love, hate because of love and all the thing that influence our thought about loving and a way to find what is really love.

Being normal teenager also good (The second sentence)

The next level was we're grew up as an adult who lived from the past and starring the future, we're became mature because of our environtment and never asking about the time. This level has developt many asumption and vision about love and life, you're standing in between where in front of you life has seems. being in one family that you're developt and being hurt because of your past is following you. About first love, about thing that made you hurt, family matter and everything that actually colorful but what you seen then is only grey area. Doubt, fear of decission, resistance of consequences and many thing that become measure for the next step.

You found out as man that holding responsibility on your shoulder that you're carried out wherever you go. You're become young backbone of your environment where you're responsible for your friend, for your family and the absolute is responsible for time.

Time is absolute where we will not able to stopped it or forward it as we wished in every human dream or as seen on television. we're dreaming to be someone who can crossing the time where we able to know our future and fixed our past but then, NO MORE QUESTION ABOUT LIFE? so where's the good thing of this?.

What made you? visionary, a fighter, or just an empty space that you're never grown up anyway? as a man, what would you think as a respond? to your vision and any ability that you able to take but you never had enough courage to made it become a fate.

What are we? is it being extra ordinary was better than  to be normal (the last sentence)

another BIG QUESTION????