Friday, November 25, 2011

Tales of a Tree

I was grown up following the time where I met daylight and the night fall without moving, In this ground I was stand alone where everything seems no different with other trees which grow on the ground  where the sun become a friend and the wind become my breathe. 

In this ground I was standing in front of the twilight where the sun on my vision is drown on west side, I'd never knew which one is actually moving, I don't know is is this ground which rotating or the sun which come and go also following the time. I don't need to know all those thing, what I need to do is growing and keep growing without made any destructive thing to the ground.

Sometimes when I saw human surround me who passing by or just slept under my feet, I felt jealous to them specially when a man said to woman that he love her and made me as a witness then he scratch my feet and painted that their love is everlasting. What I jealous is 'love' between them is seems pure even I don't know the fact or any separation in the future, I don't need other tree as my love what I need is a love from human to us, trees which only became a witness without able to complain about many thing that happens in front of me. 

I asked to my self, what actually I done to them (human) when their started to cutting down the trees, they burn down and dispel us from where we belong that is standing on the ground. In certain condition it will be okay because we also needed a balancing in our life so what we do is fulfill their needed, to built their houses, to make their tools. I understand with people needs but when they are start overacting and greed to get some I'm getting confused now. What they are thinking of?

One day, a girl was came to me and cried under the dawn. She was crying for hours and the day was heavy raining, The thunder is often make a light above the sky, She seems doesn't afraid with the thunder. Her body was wet because of the rain and she sat back on my body. If I have a mouth and able to speak then I will hug her and asking what is happen to her but I couldn't so I'm only watching her cry and feel what she feel. She talked to her selves that she's a victim of the unfair world, she's left by her bot friend when she already given everything to her boy friend, in her scream I'm also able to heard that she's very loving that boy but then she was betrayed. His boy friend is dumb her away and didn't care about her anymore. 

The thunder almost hit my body but Thank God I'm still protected by luck, The thunder is straight to the ground near by me but it also didn't affect more to me or to the girl which sat under me. But she didn't seems afraid and stand then scream "Thunder come to me I don't wanna live! with what happened to me, come on and get me!". I was shocked to hear that, when every body searching for live this girl is wanna end her live, but I can't do anything about it. I'm not able to hold her arm or even gave her a hug as she needs. 

If I was given a choice to be a witness to thing that happens to human, I don't wanna be a witness to this sadness even I know this was  a stupidity of a woman and their 'love' thing. 

When I'm still thinking with all what I heard and make a discourse about love and what it truly happen now the girl is taken a rope which she brought in her bag, I know that this girl wanna end her life by hang her on the tree which is me. I'm confused that time, I can't move at all or even I can't do anything while watching those stupidity. 
She climbed my body and tied the rope in one of my hand then pull the rope and made a circle to her neck, Then the rain is sudden stopped, no more thunder and and there's no sound at all that dawn. She died, while I'm just watching her die without doing anything. And if there's some one to blame that it should be me, I can't do anything because I'm just a creature which given limitation as a plant. 

The next day, everybody was crowded and make a circle on me watching the girl die hang up on me, then she pulled down and they took her away. 

Last year, I have many friend here, many tree was growing around me until someone is came and do the mining around the area so the human was cutting us all down, and I'm the last tree which standing but that time also I heard that I'm gonna fall also because they're planned to cut me down on the last day November which is the next day. 

Should my life end up like the girl who suicide on my body, but also it impossible. Without I'm killing my self they will kill me anyway. so I'm waited for the next day.

I saw many people are gathering in one field, it seems like they mad a plan and I'm surrendered my self to what will happen, as a tree I could do anything.. what I can do is gave them something that I should do, no matter what happen even I should die for it.

I'm just waited till my time is come. The day that time is almost nightfall but no one is touch me even they made a distance. I wandered what happens, why they didn't cut me down. The next day I heard from some people which passing through They was talking about how scary is the place around me so they didn't have enough courage to cut me down. It was a happy thing for me and also the saddest thing I ever heard because a dead of a girl which I couldn't save her become my savior of my own life. 


Kamaya on Stage














Thursday, November 24, 2011

Hadiah Cinta Sepenuh Hati

Taken from a friend notes :

Hadiah Pertama: Luangkan Waktu Bersama dengan Penuh Perhatian

Cinta adalah energi kesadaran yang paling murni dan dahsyat dalam hidup. Justru karena kekuatan cinta yang luar biasa ini, dalam hubungan cinta, kita dipaksa untuk menata energi ini dengan begitu banyak ketidakpastian. Terkadang kita mendapatkan perasaan aman, damai dan bahagia, namun tidak jarang pula kita merasakan derita, stres dan rasa kecewa.

Untuk lebih mampu mengelola energi cinta ini, kita perlu melatih ‘otot’ kesadaran cinta dengan baik. Secara singkat ada 4 latihan kesadaran cinta yang bisa kita hadiahkan kepada pasangan, untuk membantu kita menggali pengalaman cinta yang lebih hidup, bermakna, dalam,

Untuk itu, setiap orang yang menjalani hubungan cinta perlu melatih “kesadaran cinta”, yang bagaikan otot, perlu terus dilatih. Selama bulan Februari ini, kita akan membahas 4 Hadiah Cinta, yaitu empat buah latihan kesadaran cinta yang membantu kita menggali pengalaman cinta dengan lebih dalam, lebih bermakna, lebih manusiawi, dan lebih hidup.

Hadiah Cinta tersebut adalah (1) Luangkan waktu bersama dengan penuh perhatian, (2) Mendengarkan sepenuh hati, (3) Memberikan ruang dan keleluasaan, dan (4) Hidup dengan kejujuran total.

Hadiah Pertama: Luangkan Waktu Bersama dengan Penuh Perhatian

Seperti merawat tanaman, yang butuh air dan cahaya secara teratur, demikian pula sebuah hubungan cinta. Ada istilah “make time to make love” – yang artinya luangkanlah waktu untuk memupuk cinta. Memupuk cinta disini bisa beragam cara, dari mulai berbicara dari hati ke hati, rekreasi bersama, kehangatan fisik, hingga keintiman seksual yang dijalani dengan sakral.

Kunci dalam mengukur apakah kita sudah memiliki waktu bersama yang berkualitas adalah (1) sengaja meluangkan, (2) teratur disediakan waktunya, dan (3) dijalani dengan penuh perhatian.

Kita punya banyak SALURAN CINTA yang bisa dipelihara agar terus berdenyut. Dari mulai (1) kesamaan minat, yang bisa dipupuk dengan meluangkan waktu bersama menekuni minat tersebut, (2) ketertarikan, yang bisa dipupuk dengan mengenali dengan jernih bahwa setiap hari kita dan pasangan kita selalu berubah, dan dengan sadar mengenali “diri baru” yang tersedia itu, (3) kecocokan komunikasi, yang terasa ketika kita bisa merasa ‘klik’ untuk membahas apapun, termasuk semua rasa, takut dan harapan dengan pasangan, (4) keintiman fisik, yang bisa dipelihara dengan mengolah energi seksual secara sehat dan sakral.

Setiap pasangan tentunya memiliki daya hidup yang denyutnya berbeda antara satu saluran cinta dengan lainnya, namun saat kita bisa meluangkan waktu secara sengaja, teratur dan penuh perhatian, maka kita memaksimalkan peluang agar cinta tetap berdenyut. Sementara kalau cinta tidak dirawat, sudah pasti akan berangsur-angsur mati.

Saat meluangkan waktu untuk memupuk cinta, ingat juga untuk mengelola lingkungan. Kita butuh ruang privasi, puasa sebentar untuk peralatan elektronik (handphone/blackberry) dan internet (email, facebook, messenger), bahkan terkadang “beristirahat sejenak” dari peran kita sebagai orang tua. Memang mengelola lingkungan tidak selalu mudah, namun sangat penting dalam memurnikan kualitas waktu bersama.

Terakhir, pertanyaan terpenting adalah tanyakan pada diri sendiri, “Apakah dalam hubungan cinta, saya sudah meluangkan waktu secara sengaja, teratur dan penuh perhatian?” Apapun jawabannya, itulah pintu pertama menuju hadiah yang begitu bermakna dalam kehidupan cinta Anda.

* Kualitas hubungan cinta tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak kita mampu menumpuk rasa senang dan bahagia bersama saja, namun juga bagaimana kita bisa saling merawat satu sama lain ketika muncul masa-masa sulit, konflik dan stres. Dan dalam masa-masa seperti ini jugalah, pertumbuhan jiwa masing-masing terjadi dengan alamiah

* Bertumbuh di masa sulit ini sangat tergantung dari bagaimana tiap individu untuk menyembuhkan ketakutan, reaksi hati dan trauma masa lampau masing-masing. Dan sebagai pasangan, kita terkadang perlu memainkan peran ‘terapis’ kepada pasangan cinta, agar dia mampu mengatasi hambatan hati yang mencegahnya untuk menikmati kebersamaan yang melegakan.

* Setelah bisa melatih kesadaran cinta dengan cara meluangkan waktu dengan sengaja, teratur dan penuh perhatian, marilah kita memperdalam lebih lanjut kualitas hubungan cinta dengan hadiah kedua yaitu MENDENGARKAN SAJA SEPENUH HATI.

4 hambatan terbesar dalam MENDENGARKAN SAJA SEPENUH HATI adalah:

* Kita sulit MENDENGAR SAJA karena merasa KITA HARUS memberi komentar, pendapat, saran bahkan solusi. Sebenarnya hampir setiap komentar, pendapat, saran bahkan solusi justru mengganggu pasangan berbicara kita untuk memperoleh kejernihan. Guru saya, Dharma, pernah berkata, hanya 1 dari 100 saran/opini/anjuran kita yang benar-benar efektif bagi penerimanya. Dengan mendengar saja sepenuh hati, pasangan berbicara kita berkesempatan untuk mengungkap isi batinnya dengan jelas, jujur dan lengkap. Dan totalitas pengungkapan ini akan melahirkan kesadaran yang jernih dalam dirinya, sehingga pada akhirnya dia akan menemukan saran / jawaban terbaik dari dalam dirinya

* Kita lebih sulit untuk bisa hadir dengan hati yang lapang dan posisi yang netral ketika pihak yang sedang mengungkap isi hati dan masalahnya, adalah orang yang kita cintai dan pedulikan. Ini terjadi pada hampir semua orang, netralitas dan kehadiran yang tidak mengintervensi sangatlah sulit dilakukan pada orang terdekat yang kita kasihi. Justru karena sulit itulah, ini menjadi latihan kesadaran cinta yang begitu baik bagi hubungan kita.

* Kita merasa harus menolong atau menyelamatkan orang lain. Hidup datang dalam bentuk pelajaran yang porsinya sudah ditakar sesuai kebutuhan jiwa setiap manusia. Dan terkadang memang proses belajar dalam hidup itu, harus melalui jalan yang sulit, berat, gelap, bahkan salah. Sadarilah bahwa bukanlah tugas Anda untuk mengubah atau memperbaiki atau menyelamatkan orang lain, tugas Anda sebenarnya hanya hadir, mendengarkan dan mendampingi mereka agar mampu menemukan jawaban dalam nurani mereka masing-masing. Dan bilamana Anda sulit untuk menerima kenyataan ini, tengoklah ke dalam hati, dan sembuhkan hambatan dalam diri untuk bisa menghayati hal ini dalam keseharian, sedikit demi sedikit sudah cukup

* Kita belum tahu keajaiban yang luar biasa di balik MENDENGAR SAJA. Akibat kebiasaan dan pola pikir sebelumnya, ketika berhadapan dengan keluh kesah orang lain, kita lebih suka mengambil posisi ‘berbicara’ ketimbang ‘mendengar’. Kita belum pernah, secara sengaja dan teratur, bereksperimen dalam hidup ini tentang kekuatan ajaib MENDENGARKAN SAJA. Selama 20 tahun terakhir, saya belajar puluhan teknik terapi untuk menolong orang lain, dan terkejut luar biasa karena ternyata pelajaran teknik penyembuhan tersebut jarang sekali dibutuhkan karena ternyata hasil penyembuhan yang ajaib dan sebanding bisa diperoleh dengan pendekatan yang begitu sederhana, yaitu mendengarkan saja sepenuh hati.

Berikut ini adalah beberapa teknik latihan menuju keajaiban MENDENGARKAN SAJA SEPENUH HATI. Luangkan waktu berlatih setiap tahap selama 1 minggu, agar pondasi ketrampilan Anda cukup matang sebelum bergerak ke tahap latihan selanjutnya.

Tahap 1: Hadir Penuh Perhatian & Bernapas
Tahap pertama ini adalah tahapan belajar yang tersulit, bila Anda bisa alami sepenuhnya, maka tahap-tahap berikut justru semakin mudah. Namun bila Anda belum bisa mendengarkan sepenuhnya, maka mempelajari tahap berikut justru akan mengurangi ‘keajaiban’ mendengar Anda.
Begini cara berlatihnya: setiap kali ada kesempatan untuk mendengar, hadirlah dengan perhatian penuh pada pasangan berbicara Anda. Anda tidak perlu mengikuti refleks dalam diri untuk berkomentar, beropini maupun memberikan saran dan solusi. Setiap kali Anda menjadi tegang, atau kurang nyaman, perlahan-lahan rasakan 1 hirupan dan 1 hembusan napas Anda, lalu kembali perhatikan pasangan berbicara dengan sepenuh hati.

Tahap 2: Angguk, Gumam & ‘Iya’
Setelah mulai bisa mengalami keajaiban ‘sekedar hadir dan mendengar saja’, kita akan mempermudah proses mendengar dengan tambahan teknik berikut: sesekali sisipkanlah anggukan, gumaman lembut atau kata ‘iya’, ketika pasangan Anda sedang berkomunikasi. Takaran yang dominan dalam perhatian Anda tetap pada sekadar hadir penuh perhatian dan bernapas, namun sisipan ini akan membantu proses mendengar terjadi lebih natural. Pasangan berbicara Anda pun akan mendapat momentum untuk menuntaskan ungkapan hatinya, tanpa terganggu oleh ‘tersedak’nya komunikasi akibat pendapat, saran dan solusi yang biasa kita sisipkan.

Tahap 3: Repeating / mengulang
Dalam setiap percakapan, ada ritme dan momentum yang kita bisa rasakan sebagai pendengar. Jika Anda merasakan bahwa pasangan berbicara tiba di momentum berhenti, atau hampir berhenti dalam mengungkapkan dirinya, coba lakukan REPEATING, yaitu mengulang sebuah kata / penggalan kalimat darinya yang Anda ucapkan kembali persis sama. Misalnya pembicara berhenti di kalimat, “Saya benar-benar bingung dan tidak tahu harus bagaimana lagi (berhenti…)”. Anda bisa mengulang dengan “Bingung?”, lalu perhatikan bagaimana pengulangan tersebut akan membuat pembicara menggali semakin dalam ke hatinya dan mengungkapkan lebih lanjut masalahnya secara tuntas.

Tahap 4: Bertanya
Ini adalah tahap terakhir yang intinya adalah mengajukan pertanyaan yang (1) sederhana dan tidak rumit untuk dijawab, (2) dekat dengan inti pembicaraan. Saat pengajuan pertanyaan juga sama dengan teknik repeating, yaitu ketika Anda merasa pasangan berbicara tiba di momentum berhenti. Dengan contoh yang sama dengan sebelumnya, Anda bisa bertanya, “Sejak kapan Anda mulai merasa bingung seperti ini?”, atau “Pilihan apa saja yang sudah Anda jajaki untuk masalah ini?”. Jangan ajukan pertanyaan rumit seperti, “Menurutmu apa pesan rahasia Tuhan yang tersembunyi masalahmu di kantor ini?”. Hindari juga mengajukan pertanyaan yang merupakan ‘saran terselubung’ seperti “Bukanlah lebih baik kalau kamu ajak dia duduk bersama dan bicara saja dari hati ke hati?”. Tujuan dari bertanya disini adalah menjernihkan kesadaran pembicara, dan memberikan momentum agar komunikasinya tuntas, BUKAN untuk memberi saran/solusi.

Pengalaman saya secara langsung, baik sebagai terapis maupun dalam hubungan antar pribadi, ketrampilan MENDENGARKAN SAJA SEPENUH HATI adalah bentuk hadiah cinta paling luar biasa yang kita bisa berikan pada setiap orang yang kita cintai dalam hidup kita.

Siapkah Anda untuk mengalami sendiri sebuah cara tunggal paling sederhana untuk : (1) menciptakan keharmonisan, (2) mengatasi konflik, (3) menumbuhkan pengertian satu sama lain, dan (4) mendekatkan hati?

Selamat mendengarkan saja … sepenuh hati.

* Setelah Anda menghayati latihan “meluangkan waktu sepenuh hati”, dan “mendengarkan saja sepenuh hati”, inilah latihan kesadaran cinta ke-3 yang benar-benar akan menguji kelapangan hati kita untuk mengatasi ketakutan dalam diri sendiri. Latihan mengekspresikan diri dengan KEJUJURAN TOTAL.

* Sanggupkah kita untuk selalu menyatakan kebenaran, terutama kepada pasangan yang begitu dicintai? Apalagi bila beresiko memunculkan konflik, sakit hati, bahkan perpisahan?

* Perjalanan kita menuju kejujuran selalu menghadapkan kita pada 2 sisi dalam diri. Sisi pertama, adalah sifat dasar hati yang selalu ingin menyatakan kebenaran dengan sejujur-jujurnya. Sisi ini tahu bahwa kita hanya bisa lega dan lapang, setelah menyatakan isi benak sejujur-jujurnya.

* Sayangnya sisi jujur ini tidak selalu berhasil mendapatkan kesempatan untuk terpenuhi. Alasannya? Ada sisi kedua dalam diri kita, yang penuh kekuatiran, bahkan ketakutan akan resiko menyatakan kejujuran. Ego kita menciptakan rasa takut akan konflik, sakit hati, menyinggung perasaan pihak lain, dan kita juga takut akan perpisahan. Bagaimana kita bisa mengatasi hal ini, sehingga membuka diri sungguh menciptakan kelegaan dan kelapangan dalam hubungan cinta?

Ukuran Kejujuran Total: Jelas-Jujur-Lengkap

* JELAS, artinya kita menyatakan isi benak (pikiran maupun perasaan) tidak secara samar-samar, tidak terlalu umum, dan cukup spesifik sehingga mudah dimengerti pasangan. Contoh kalimat tidak jelas: “Kamu koq kurang perhatian sih!”. Tidak ada penjelasan lebih lanjut. Si pendengar merasa tersinggung tanpa mengerti apa yang dia lakukan sehingga mendapat predikat “kurang perhatian”.

* JUJUR, artinya tidak membelokkan apalagi membalikkan yang sebenarnya sehingga pasangan bisa memahami komunikasi sesuai dengan makna asli apa adanya.

* LENGKAP, artinya tidak mengurangi komponen isi dari komunikasi, misalnya isi benak kita ABCDE, namun kita hanya sampaikan ABC saja. Komponen D & E yang tidak disampaikan, barangkali sengaja atau tidak, tersensor dalam komunikasi karena kita kuatir bagian tersebut sulit diterima pasangan, atau bahkan bisa memicu pertikaian.

Mungkin Anda punya pertanyaan dalam hati, mengapa harus JELAS, JUJUR dan LENGKAP? Bila Anda cukup akrab dengan sistem email, anggaplah saja benak Anda sebagai OUTBOX, dimana semua email yang perlu dikirim, akan singgah dahulu disana. Jika sudah terkirim keluar semua, maka OUTBOX (batin Anda) akan lapang, lega dan kosong. Jika tidak berhasil dikirim semua, maka OUTBOX akan menyisakan tumpukan email / komunikasi yang tertunda. Demikian pula benak Anda, yang akan menjadi berat, penuh dan sulit sekali lega, bila isinya belum tersampaikan secara lengkap dan tuntas.

Mahalnya Kejujuran Total Yang Tertunda

Jujur memang tidak selalu mudah, karena seringkali ketidakjujuran menjanjikan manfaat jangka pendek yang lebih menarik ketimbang nekat untuk jujur. Namun cobalah ingat juga berbagai “harga” yang harus kita bayar atas kejujuran total yang tertunda:

* Semakin lama kejujuran total tertunda, semakin banyak juga tumpukan beban pikiran, rasa bersalah, serta ketakutan yang menghalangi kita untuk hidup selaras.

* Semakin banyak tumpukan beban ini, semakin mungkin pula energi cinta kita yang murni akan tergerogoti, bahkan lama-kelamaan rasa cinta tersebut akan pudar hingga “mati”.

* Ketika hubungan cinta sudah berjalan lama, dimana ketertarikan satu sama lain mulai berkurang alami, dan muncul begitu banyak perbedaan sudut pandang, sebenarnya kejujuran adalah pilar terakhir yang mampu menyelamatkan suatu hubungan, dan kejujuran yang tertunda bisa mengakhiri harapan terakhir untuk kelanggengan yang baik.

* Berbagai ilmu penyembuhan alamiah, yang sekarang ditegaskan lebih lanjut melalui riset ilmiah, menyadari hubungan antara beban pikiran dan perasaan, dengan tubuh yang bisa mengalami berbagai penyakit fisik karena konflik batin yang tak kunjung tuntas. Bahkan seorang dokter terkenal dari Jerman pernah berkata, “We are only as sick as our secrets” artinya “Kita hanya sakit sejauh rahasia yang kita simpan dalam hati.”

Mengapa Sulit Sekali Jujur Total

Kesadaran adalah langkah penyembuhan yang pertama dan terutama. Setelah menuai kesadaran tentang mahalnya kejujuran total yang tertunda, marilah kita sadari mengapa kejujuran total begitu sulit untuk dicapai:

* Banyak pengalaman hidup masa lalu, bisa yang belum lama berlalu, hingga masa kecil, yang berbekas / traumatis pada batin, dan dalam pengalaman tersebut kita belajar bahwa jujur itu merugikan, menyakitkan, dan lebih aman untuk tidak jujur. Disinilah ketidakjujuran mulai lahir sebagai strategi untuk selamat dalam berbagai permasalahan hidup. Untuk itu, sembuhkan trauma Anda agar terbebas dari hambatan ini

* Berbagai tumpukan trauma batin yang belum sembuh tuntas, melahirkan rasa takut akan konflik, rasa sakit hati dan takut perpisahan / kehilangan. Ini semakin memperkuat ‘radang’ pikiran untuk tidak jujur. Upayakanlah kesembuhan pada ketakutan Anda, sehingga Anda lebih mudah jujur dan lega.

* Kita sering terlalu naif memandang bahwa kehidupan cinta yang ideal dan sehat itu hanya diwarnai oleh pengalaman yang manis dan menyenangkan saja, padahal konflik adalah bagian dari relasi cinta yang sehat. Akibat kenaifan konsep hidup tersebut, kita semakin takut akan pertikaian, dan ketidakjujuranpun akhirnya sering dipilih agar selamat dari konflik. Sadari kenaifan konsep Anda, dan bentuklah konsep relasi cinta yang lebih natural dan realistis.

* Kita belum tahu bagaimana mengungkapkan diri dengan baik. Ketrampilan komunikasi yang kurang terasah, bisa menyulitkan kita untuk menyampaikan perasaan hati dan isi pikiran kita dengan jelas. Untuk itu, pelajarilah teknik komunikasi yang lebih baik, jelas, dan membangun pengertian. Salah satunya adalah Non-Violent Communication (NVC), yang sudah pernah dibahas sebelumnya.

* Kalau kita amati setumpuk rasa takut yang kita pikul dengan detil, kita juga bisa sadari bahwa sebagian besar ketakutan kita tentang apapun, tidak pernah benar-benar terjadi. Kejujuran belum tentu menghasilkan petaka yang pasti. Bernapas, sampaikan kejujuran dengan total, dan pasrahkan hasilnya, lebih baik daripada menunda kejujuran jangka panjang.

Mengalami Langsung Keampuhan “Energi Jujur”

* Dalam hubungan cinta, saya pribadi meyakini bahwa kelanggengan memang penting, namun kejujuran total lebih penting daripada awetnya suatu hubungan. Mengapa? Karena untuk mencapai langgeng ada begitu banyak faktor yang berada di luar kendali kita, sementara kejujuran total, hampir sepenuhnya merupakan pilihan kita sendiri.

* Berteori, dan berdiskusi panjang lebar, tentang kejujuran total saja, tidak akan pernah cukup. Anda perlu berdiri di batas kejujuran, dan ‘siap untuk terjun’ demi mengalami energi jujur secara langsung. Sering sekali hasilnya akan begitu mencengangkan. Untuk bisa jujur dengan pasangan cinta Anda, kita perlu mulai dengan kesadaran yang jernih, dan mulai dengan jujur kepada diri sendiri.

* Ingat, kejujuran total tidak harus diraih dalam semalam. Ketika Anda mampu untuk menyumbangkan setetes ekstra kejujuran di setiap kesempatan kepada pasangan cinta Anda, itu sudah lebih dari cukup. Selalu sadari itu.

Cinta membutuhkan ruang untuk tetap hidup dan bertumbuh.

Selamat datang di bagian terakhir dari rangkaian latihan kesadaran cinta ini, yaitu hadiah cinta yang ke-4. Hadiah cinta ini adalah memberikan ruang dan keleluasaan. Yang dimaksud dengan ruang dan keleluasaan di sini adalah, kapasitas kita untuk memberikan izin, restu dan kesempatan bagi pasangan cinta untuk bertumbuh, berkembang, dan memilih apa yang terbaik bagi dirinya.

Seandainya saja cinta sudah tiada, dan kita tidak lagi peduli pada kebersamaan, tentunya memberikan ruang dan keleluasaan jauh lebih mudah. Bagi saya pribadi, latihan terakhir ini merupakan yang tersulit untuk dilatih, karena untuk dapat memberikannya dengan tulus, ada begitu banyak hambatan dalam diri yang perlu disembuhkan terlebih dahulu. Namun justru karena tingkat kesulitannya paling tinggi, ini pulalah hadiah cinta yang paling berharga dan bermakna.

Ketika ruang dan keleluasaan tidak cukup diberikan dalam sebuah relasi cinta, maka ini bisa muncul dalam berbagai bentuk perilaku yang seringkali tidak sehat bagi kebersamaan. Misalnya, sikap cemburu yang takarannya terlalu berlebihan, dibuatnya aturan main / pembatasan / larangan yang hanya berdasarkan kepentingan sepihak, serta pudarnya keunikan individualitas dalam kehidupan bersama yang mengatasnamakan “demi cinta”.


Mengapa memberikan ruang dan keleluasaan begitu sulit?
Berikut adalah hal-hal yang menghambat kita dalam memberikan ruang dan keleluasaan:

* Perbedaan persepsi tentang “yang terbaik”. Ketika kita mencintai seseorang, secara alami kita ingin yang terbaik baginya, dan “yang terbaik” tentunya merupakan acuan kita sendiri. Padahal acuan kita tersebut belum tentu sama dengan “yang terbaik” bagi sang pasangan. Ketika pasangan cinta membutuhkan sesuatu yang berbeda dengan apa “yang terbaik” menurut kita maka tentunya timbul resistensi dalam diri kita, dan kemudian menjadi ganjalan di hati. Di satu sisi, kita ingin pasangan kita bahagia dengan pilihannya, namun di lain sisi, kita tidak yakin bahwa pilihan tersebut pasti berefek baik bagi dirinya, atau bagi kita.

* Rasa takut dalam diri kita sendiri. Dalam ego dewasa yang telah mengumpulkan serangkaian pengalaman hidup, kita tidak bisa luput dari berbagai rasa takut yang bersarang dalam diri. Rasa takut kehilangan perhatian, takut kehilangan cinta, dan takut hilangnya kebersamaan, seringkali menjegal kemampuan kita memberikan ruang dengan tulus kepada pasangan cinta.

* Trauma yang belum sembuh tuntas. Trauma adalah segala pengalaman dalam hidup yang efeknya masih berjejak dalam batin kita. Jejak trauma ini mampu melahirkan ketidakmampuan kita untuk membuka hati, menumbuhkan rasa aman dan percaya, mencintai sepenuhnya dan memberikan keleluasaan untuk bertumbuh dalam kebersamaan. Tidak jadi masalah apakah trauma terjadi beberapa hari atau puluhan tahun yang lalu, selama jejaknya masih membekas, maka dampaknya tetap bisa menghambat pengalaman cinta di hari ini, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Bagaimana melatih memberikan ruang dengan tulus?
Kuncinya adalah, semua dari 4 hadiah cinta yang saya tuliskan merupakan pondasi yang lapisannya dibangun secara tekun dan bertahap. Jika Anda benar-benar melatih meluangkan waktu sepenuh hati (hadiah #1), mendengarkan sepenuh hati (hadiah #2), menyatakan diri dengan kejujuran total (hadiah #3), maka secara otomatis, memberikan ruang dan keleluasaan (hadiah #4) menjadi jauh lebih mudah.

Berikut adalah beberapa langkah tambahan yang bisa ditempuh, khusus untuk mengembangkan kemampuan memberikan ruang dan keleluasaan:

* Nyatakan perasaan hati Anda dengan kejujuran total. Biasanya ketakutan dalam diri semakin kuat ketika disembunyikan. Dengan berani menunjukkan dengan jujur rasa takut dan segala perasaan hati, Anda lebih punya peluang untuk menumbuhkan pengertian dalam pasangan Anda. Dia lebih mampu untuk melihat bahwa Anda bukan bermaksud untuk menjajah kebebasannya dalam memilih, namun Anda masih berproses untuk mengatasi hambatan dalam diri Anda, yang memungkinkan Anda untuk memberikannya keleluasaan. Ingatlah semakin Anda jujur total, semakin tuntas pula tumpukan sampah batin Anda sendiri.

* Sembuhkan trauma yang belum tuntas pulihnya. Cobalah duduk hening sesaat, kemudian telusuri berbagai pengalaman hidup Anda sendiri. Temukan dan tanyakan pada diri: “Adakah pengalaman hidup saya sendiri, tak peduli sudah berapa lama yang lalu, melahirkan ketakutan saya pada saat ini untuk mempercayai pasangan saya sekarang, atau untuk memberikan ruang baginya untuk menjalankan pilihannya sendiri?”. Menyadari sepenuhnya adalah langkah pertama dan terpenting dalam penyembuhan. Terkadang juga, kita butuh bantuan terapis profesional untuk menelusuri dan menyembuhkan efek trauma masa lalu sehingga kita lebih punya kelenturan untuk bersikap di kekinian.

* Tentukan batasan bertahap dengan memberikan pengertian yang jujur pada pasangan. Misalnya, kita sepakat untuk memberikan keleluasaan ekstra dengan batasan tertentu yang masih memungkinkan pasangan untuk berkembang, dan secara paralel memberikan kita peluang untuk berproses dalam menyembuhkan sisa hambatan dalam diri. Ketika rasa takut atau trauma masih begitu kuat menghambat tapi kita sudah komunikasikan dengan jujur total, berbagai solusi yang bersifat “jalan tengah” bisa muncul sebagai kesepakatan sementara yang sehat bagi kedua pihak.

* Bernapas, ambil risiko dan pasrahkan hasilnya. Seringkali kita perlu mengistirahatkan pikiran dan analisa, dan cukup bernapas. Terjun untuk menghadapi ketakutan kita. Ingatlah apapun hasilnya, pasrahkan total kepada Yang Maha dalam hidup Anda masing-masing. Bisa jadi ketika kita berani, bahkan nekat, untuk memberikan ruang bagi pasangan, maka kita juga menemukan satu pengalaman penting bahwa “Oh, ternyata TIDAK SEMUA ketakutan saya PASTI akan terjadi…”. Dan menyadari pengalaman penting ini, di kesempatan selanjutnya, memungkinkan kita untuk bernapas lebih lega, dan lebih berani memberikan ruang.

Bisakah saya menumbuhkan rasa percaya bagi pasangan?
Secara sederhana, sama seperti kita tidak bisa memilih siapa yang kita cintai, dan seberapa dalam kita mencintainya, menurut saya pribadi, kita juga tidak bisa memilih siapa yang kita percayai, dan seberapa dalam rasa percaya tersebut. Rasa bukanlah sesuatu yang kita pilih, rasa itulah yang memilih kita untuk mengalaminya.

Seandainya saja ada formula ajaib yang memungkinkan kita untuk menjentikkan jari hingga muncul rasa percaya total, saya tentu tidak akan merahasiakannya dari Anda. Namun saya juga percaya bahwa meskipun rasa percaya tidak bisa kita kendalikan dan pilih, memberikan ruang dan keleluasaan bagi pasangan cinta adalah sesuatu yang bisa kita latih dengan sadar dan tekun. Sering melatih memberikan ruang, pada waktunya akan menumbuhkan rasa percaya.

4 Hadiah Cinta adalah Untuk Diri Anda Masing-Masing
Saya tidak bisa memastikan ke arah mana energi cinta kita akan menuntun hidup kita masing-masing. Menjalani cinta berarti berani menempuh perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian. Berusaha mengubah atau memperbaiki pasangan cinta kita, apalagi setelah membaca tulisan tentang 4 hadiah cinta di sini, adalah jalan paling pintas menuju ketidakbahagiaan. Jadi gunakanlah 4 latihan kesadaran cinta ini untuk UNTUK DIRI ANDA SENDIRI.

Sekali lagi, selamat berlatih kesadaran cinta. Semoga suatu saat nanti, kita semua bisa paham dan hidup dalam cinta yang benar-benar “sejati”.

Wednesday, November 23, 2011

Sekantung Hujan

Entahlah apa aku pada detik ini, seketika saja guntur yang bertautan cahaya tak bersuara di balik mendung sementara hujan terlihat dari kejauhan sementara sudah kering dan sudah lelah aku mencoba menari tarian hujan dan berharap diantara sela rambutku akan turun hujan yang meresap menuju ubun-ubunku, tapi entahlah apa akan ada hari ini.

Perempuan itu menuliskan masa lalunya diantara selang waktu diam yang datang menghampirinya sementara aku berdiri di atas mercu suar dan berteriak dalam keheningan, aku tidak akan tersambar guntur pikirku namun tetaplah ketakutan yang menusuk dadaku. 

Dia mencoba melukiskan pelangi saat kuas berwarna biru yang akan kau torehkan terlihat olehku, namun aku saja mematung seperti laki-laki penjaga malam dibawah naungan hujan sehingga tetap tak beranjak dari hanya mimpi atau hanya sebatas kata berjalan dan berjalan tanpa kau tahu dalam berjalan yang aku tuliskan adalah tentang kau.

Sehari kemarin aku membeli hujan di pasar dekat pelabuhan di mana tidak ada ombak ataupun proses lelang yang selalu membuatku kalah dalam pertempuran, hujan itu aku bungkus sedemikian rupa dalam kantung plastik berwarna transparan biar semua orang tahu bahwa aku mempunyai hujan yang bisa membasahi rambutku setiap hari, namun karena itupun orang mulai menganggapku seorang gila yang sedang bermimpi dan melamun di siang hari cerah. 

Aku menjadi sangat tidak peduli.

Perempuan itulah yang diam saat hujan ternyata menangis lagi sementara aku sendiri tak mempunyai handuk kering untuk melindungi ataupun sebatas payung koyak yang terkubur dalam nurani, sementara keberanianku sudah terlalu jauh meninggalkanku. 

Di hari sebelum hujan aku memanjat menara mercusuar dan kusiramkan hujan dibawah keheningan cahaya walaupun aku tahu guntur menyambar dan diam serta hanya menyisakan sedikit cahaya yang sedikit membutakan kesensitifan mataku terhadap cahaya. Aku bernyanyi mengikuti perempuan itu walaupun tak terdengar, namun tetap saja dia tidak tahu atau bahkan justru menutup kedua matanya untuk tidak melihatku kembali dan kembali seperti ulat bulu yang menggerogoti ujung daun kehidupan.

Perlahan ku buka sekantung hujan yang kubeli mahal yang menghabiskan setahun uang makanku, dia menguap dan hilang tanpa berbekas dan hanya menyisakan sekantung udara kosong yang membuatku cukup terdiam, namun aku tidak mengeluhkan waktu ataupun hujan yang telah hilang, aku hanya menangis menggantikan hujan tapi air mataku pun tidak keluar air yang biasanya mengalir seperti hujan di bulan Desember.

Perempuan itu terlihat bisu sementara dia hanya bersikap menjawab semua pertanyaanku lalu kemudian timbul tenggelam di dalam kabut yang kadang muncul namun terkadang hilang. Aku kemudian turun dari menara itu menghampiri perempuan itu saat dia muncul dari kegelapan dan dalam kondisi saat dia sedang berjalan mundur yang aku tahu, karena saat itu yang nampak hanya panjang tergerai rambutnya serta jenjang tubuhnya meliuk perlahan bagaikan angin. Tapi aku tak bisa mengejarnya, perempuan itu hilang saat aku sendiri sadar kantung plastikku tertinggal diatas menara, lalu aku berlari kembali ke atas menara dan saat kudapatkan plastik tersebut akupun bisa lebih jelas melihat mata sayunya.

Perempuan itu datang dari arah barat dimana senja sudah memupuk malam dan sebentar lagi gelap, namun setiap kemudian aku berlari menghampirinya dia menghilang dan bersamaan ketika kantung plastik yang awalnya berisi hujan yang kini kosong tertinggal di atas menara. Entah berapa kali aku melakukan hal tersebut, berlari mengejarmu namun kau tidak ada namun saat aku kembali dengan kantungku kau terlihat lebih jelas dari sebelumnya, bahkan aku bisa melihat jelas ukiran bibirmu yang berucap padaku walaupun aku tak tahu apa yang kau ucapkan. 

Aku pernah berkata pada hujan di pagi hari namun tidak di atas menara, bahwa aku tidak akan lelah mengejar mu hingga lebih jelas tampak sosok tubuhmu. 

Perempuan itu menangis, entah karena aku? 

Tuesday, November 22, 2011

When The Joker Get Sad


As you know, that Joker are the man who make a joke,  a joke means something to laugh and it also means make others happy with what I'm doing. When I walked, they laugh the way I walk, specially when they seen my face which painted as the smiley face even it is fake, it just a painting or a symbol that I'm happy and always be the happiest person in the world. Did you ever think that I'm just a human being who able to feel sad beside my happiness or feel mad?. I'll bet you know about it and you don't wanna know because all you want is feel happy and doesn't care with whats happening to me.

The Joker characters on The Batman cartoon, Surely he's an evil but he is the true character of this reality where The joker is planning to make a world smile with his ways, while the people never understand with what he want and so The Joker want to take a revenge to those people who underestimated him and make a fun of him as The Joker which never felt sad. Ironic isn't? 

Every people stand on their own brain and it's absolute where any decision finally made by our own brain even there's many discourse which came from outside, it could be an advise or even it was an order but finally we decide what we choose, we fight all the consequences, and we're on our own. Perfectly structured as function, brain to think, body to support and heart to feel. we're our self!


We need to laugh, why?. Because it was a symbol where it should be a happy moment and expressed by a laugh and the smiley face on our face. When we laugh, our nerve is slack and we feel relax after that. Some people believed that to laugh is a good medicine to release the stress and it was true,  laugh is releasing. Because of funny things we're able to laugh and forgot the burden inside ourselves.

When the morning came sometime I felt so sad realizing that I'm just a person who has nothing, I looked around beside my bed there's no one beside me and when I went to the kitchen there was no someone who cooked for me, but when I started to reflect my self in front of the mirror What I need is just to laugh my self because what I seen on the mirror is a funny ugly face which always marked with a smiley face and surely I laugh hard as people do when they seen funny face or ugly face or even miserable face. 

I can stand for hours to laugh my own face, no body is watching me so I can freely laugh as hard as I can, and what I do after I laugh is cry, why crying? because when I seen my eyes on the mirror I seen deep sadness where people are underestimated me as only a clown or a joker in the middle of people who care about them selves, what they care is only their loves, family, friends or their boxes. while me? I'm not telling that I'm just a victim which only complained about my life even it's true now I'm complaining but what I saw is more than humanity and reality that happens now. They are only able to laugh to fulfilling their needed as entertainment then they made a judgement without care what is truly happens. 

Am I wrong? (Yes it is)

Why should I care and thinking whom that didn't care for me? We're are standing on our brain, thought and what ever it is and it absolutely perfect as the function of our body. The thing that make us un-perfect is our attitude, thought and heart. Our body surely perfectly created by God on it function even it limited on a certain distances, but overall it is perfect but never beat God perfectness if we're realizing how small we're in this universe. 

Back to when I cried after I laugh... When I saw my eyes, I could see tears is flowed from my eyes. Is it because of sadness or anything? I haven't known it. So then I watched my ticking clock on the wall then I said to my self "I'm now on my self, I'm now without being yesterday or tomorrow!". Then I walked to my tinny doors and stepped outside, I saw the sun was bright where it painted blue on the sky and a little bit orange on the circle of the sun and it surely a bright day I ever seen. 

On the first step, someone who I didn't know whispered to me "Bright days is only a diversion, you're yesterday which always sad!". I stopped for a while before I'm moved forward but then it only a mirror that I should see without turning my head as a lesson for me to get better and better every day, then I moved for the next step. I got a whispered "Good, you're tomorrow and you must dream on it. It will make you fly to the next levels!".  I don't wanna be a man who only has a dream without doing nothing, so I don't wanna listened to those whispers, I just wanna be now on this minutes I stand where I can paint smile as much as I could.

And I never wanna be sad!